Minggu, 01 Mei 2011

Indonesia Reggae Festival Akan Digelar untuk Pertama Kalinya di Jakarta

imageJakarta - Berbagai macam festival yang mewakili suatu genre musik spesifik telah meramaikan industri musik Indonesia dalam beberapa tahun belakangan, dan kini ada satu festival baru yang akan digelar di Indonesia dengan satu genre khusus, yaitu Indonesia Reggae Festival.

Festival yang diadakan oleh B n R Production ini akan diadakan pada 21 Mei 2011 di Arena Pekan Raya Jakarta. Rencananya, festival ini akan digelar menggunakan dua panggung dan dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai 00.00 WIB.

“Musik reggae kan selama ini dianggap sebelah mata, dianggap musik jalanan dan tidak punya harga. Saya menawarkan kepada Steven (Steven & Coconut Treez dan Steven Jam), anak-anak Gangstarasta, Boys N Roots, dan yang lain, ‘Mau memberikan perubahan baru di musik Indonesia, tidak?’ Sebelumnya kan sudah ada festival jazz dan rock, sekarang giliran reggae untuk memberikan kontribusi untuk musik Indonesia,” ujar Bang Boy, promotor dan pemilik B n R Production, ketika diwawancara oleh Rolling Stone via telepon.

Jumat, 22 April 2011

Reggae tidak harus rasta

Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. “Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,” ujar Ras Muhamad, pemusik reggae yang 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta. Repotnya, di balik hinggar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri.

reggae rasta

“Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian, diidentikkan dengan penghisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan,” ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas. Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum alkohol, makan daging, dan bahkan mengisap rokok. “Para anggota The Wailers (band asli Bob Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi ajaran rastafari,” papar Ras.

Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia adalah seorang penganut rasta. Ras menambahkan, salah satu bukti bahwa komunitas reggae di Indonesia sebagian besar belum memahami ajaran rastafari adalah tidak adanya pemahaman terhadap hal-hal mendasar dari filosofi itu. “Misalnya waktu saya tanya mereka tentang Marcus Garvey dan Haile Selassie, mereka tidak tahu. Padahal itu adalah dua tokoh utama dalam ajaran rastafari,” ungkap pemuda yang menggelung rambut panjangnya dalam sorban ini.

Pemusik Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu hakikat filosofi, yakni cinta damai. “Yang saya ikuti cuma cinta damai itu,” tutur Tony yang tidak mau menyentuh ganja itu.

Namun, meski tidak memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae (dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik mempelajari filosofi dan ajaran yang ada di baliknya.
Seperti diakui Hendry Moses Billy, gitaris grup Papa Rasta asal Yogya, yang mengaku musik reggae semakin menguatkan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang. Setiap ditilang polisi, ia lebih memilih berdebat daripada “berdamai”. “Masalahnya bukan pada uang, tetapi praktik seperti itu tidak adil,” tandas Moses yang mengaku sering dibuntuti orang tak dikenal saat beli rokok tengah malam karena dikira mau beli ganja.

Sementara Steven mengaku dirinya menjadi lebih bijak dalam memandang hidup sejak menggeluti musik reggae. Musik reggae, terutama yang dipopulerkan Bob Marley, menurut Steven, mengajarkan perdamaian, keadilan, dan antikekerasan. “Jadi kami memberontak terhadap ketidakadilan, tetapi tidak antikemapanan. Kalau reggae tumbuh, maka di Indonesia tidak akan ada perang. Indonesia akan tersenyum dengan reggae,” ujar Steven mantap.

sumber: kompas

Sila dan Joni dari Bali menegaskan, seorang rasta sejati tidak harus identik dengan penampilan ala Bob Marley. “Rasta sejati itu ada di dalam hati,” tandas Sila sambil mengepalkan tangan kanan untuk menepuk dadanya.

Kamis, 21 April 2011

Bob Marley dan reggae

SEJARAH BOB MARLEY

Bob Marley, reggae, rambut gimbal, rasta,


  Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Rabu, 20 April 2011

Chord Tony Q Rastafara : Rambut gimbal

G               F
   rambut gimbal
G                                            F
   tampangnya lusuh tak pernah kenal sisiran
G                F
   rambut gimbal...
G                             F
  kalo salah terka dikiranya orang gila
G                F
  rambut gimbal, yaya ya ya ya...

Cara Perawatan rambut gimbal



Perawatan rambut gimbal


cara merawat perawatan rambut gimbal
Rambut gimbal dibuat dengan cara menggumpalkan atau mengusutkan rambut, sebelum kemudian dikunci. Akan tetapi, meskipun terkesan kusut dan berantakan, bukan berarti gaya rambut yang dipopulerkan oleh sejumlah artis seperti Bob Marley, Zack De La Rocha, hingga Mbah Surip ini tidak memerlukan perhatian. Seseorang yang berambut gimbal justru harus punya ekstra waktu dan juga finansial untuk memelihara rambut agar tetap tumbuh sehat.



Rambut gimbal

Rambut gimbal
tampangnya lusuh tak pernah kenal sisiran....
lagu mas Tony Q sang penyanyi reggae sejati ini emang pas banget ngegambarin rambut gimbal sang reggae yang fenomenal. rambut gimbal memang menjadi ciri khas reggae yang tidak bisa dilepaskan. kalo sebagian orang memandang rambut gimbal adalah sebuah hal yang mistis, tapi tidak bagi para pecinta musik reggae sekaligus aliran rasta, karena rambut gimbal sudah menjadi simbol yang cukup sakral.
Walaupun untuk membuat rambut gimbal itu sendiri lumayan ribet, tapi banyak diminati.dari kaum laki-laki, bahkan perempuan.

Reggae dan rasta

Reggae dan rasta



reggae dan rasta rambut gimbal bob marley tony q


Reggae dan rasta Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. "Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life," ujar Ras Muhamad (23), pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta.